juraganpernakpernik











{March 13, 2012}   Membiasakan kaTa Tolong dalam Menyuruh

Membiasakan KaTa “Tolong” dalam Menyuruh

Menyuruh sesungguhnya hal yang biasa kita lakukan kepada orang lain dalam lingkungan keluarga. Terlebih untuk mereka yang berusia lebih tua dalam keluarga. Menyuruh bisa dilakukan orang tua kepada anaknya. Atau kakak yang menyuruh adiknya. Sementara apabila lebih muda tentu bukan menyuruh tetapi meminta. Namun demikian tentu harus ada saling pengertian antara dua belah pihak. Sehingga orang yang disuruh mengerjakan perintah dengan  kesadaran serta keikhlasan.

Untuk menciptakan kebiasaan yang baik dalam menyuruh, sungguh sangat baik jika kita menggunakan kata tolong. Karena meski hanya sebuah kata yang pendek, namun pesan yang disampaikan sangat dalam dan berarti. Kata tolong mengingatkan seseorang bahwa ketika ia melaksanakan perintah berarti ia sedang menolong orang lain. Karena ucapan tolong mengandung makna seseorang tersebut membutuhkan bantuan walaupun hanya sesuatu yang sederhana. Sehingga orang yang kita suruh dapat lebih ikhlas untuk mengerjakan perintah. Baik pekerjaan yang bukan menjadi kewajibannya, atau pun pekerjaan yang memang sudah menjadi tugas dan kewajibannya.

Ada banyak  manfaat ketika kita membiasakan kata tolong dalam menyuruh di dalam lingkungan keluarga. Diantara manfaat tersebut adalah :
  • Seorang ayah tidak memperlihatkan dirinya sebagai penguasa dalam keluarga. Walaupun posisi mereka sebagai kepala dalam keluarga. Ini berarti anak-anak diajarkan untuk saling menghargai kepada anggota keluarga yang lain walaupun usianya lebih tua. Ketika ayah membiasakan kata tolong ketika menyuruh anak-anaknya, maka sang anak akan dengan senang hati melakukan perintah yang ia terima. Baik mereka dalam keadaan lelah, santai, apalagi bahagia. Ini tentu akan menciptakan keharmonisan hubungan antara ayah dan anak-anak. Anak merasa dihargai karena mereka tidak dianggap sebagai pesuruh. Akan tetapi orang yang memberikan pertolongan kepada orang lain. Sehingga muncul kondisi saling tolong menolong dalam lingkungan keluarga.
  • Seorang suami merasa dihargai oleh istrinya. Pada budaya tertentu peran suami begitu berkuasa dalam keluarga. Tak heran jika sang istri enggan untuk menyuruh suaminya  meskipun sang istri sangat membutuhkan. Apalagi adanya sikap suami yang merasa ia akan merasa rendah jika disuruh oleh istrinya. Maka ketika kebiasaan meminta tolong dilakukan, tentu sang suami akan merasa bahwa melakukan perintah istri bukanlah hal yang tabu untuk dilakukan. Tetapi menjadi hal yang seharusnya saling dilakukan untuk menjaga situasi yang kondusif dalam hubungan sehari-hari. Sungguh begitu berkesan ketika seorang istri mengatakan ucapan tolong kala menyuruh suami. Apalagi dengan menggunakan intonasi yang lembut dan santun. Dan begitu pula sebaliknya. Ketika seorang suami menyuruh istrinya untuk melakukan sesuatu, maka sang istri akan melakukan perintah tersebut dengan perasaan dihargai dan dibutuhkan. Bukan layaknya hubungan majikan dan budaknya.
  • Bagi anak-anak mereka akan diajari sopan santun ketika meminta sesuatu kepada orang tuanya. Dengan adanya kebiasaan untuk mengucapkan kata tolong, maka anak akan menjadi lebih santun dalam meminta. Karena hal ini mengajarkan kepada anak-anak, bahwa kita membutuhkan orang lain. Kita memiliki keterbatasan untuk bisa melakukan semua hal.  Selain itu akan mengajarkan kepada anak-anak kebiasaan untuk menghargai orang yang dimintai pertolongan. Sehingga ungkapan perintah yang mereka lakukan tidak dilakukan dengan emosi. Namun dilakukan dengan ungkapan yang santun. Dan ketika kebiasaan baik ini dilakukan dalam lingkungan keluarga, tentu akan tercipta pula  ke dalam lingkungan di luar keluarga. Misalnya kawan sekolah, pihak sekolah atau mereka yang biasa terlibat dalam kehidupannya.
 Kebiasaan mengatakan kata tolong bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Ketika kebiasaan ini sudah terbiasa dilakukan, maka budaya saling menghargai, menghormati dan membantu orang lain dapat tumbuh dalam lingkungan kita. Dan keluarga merupakan awal untuk memulainya.
Sumber




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
%d bloggers like this: